Manfaat Kotoran Puyuh

Bagi peternak puyuh, terkadang masalah kotoran menjadi masalah. Jika tidak segera dibersihkan dapat mengganggu kesehatan puyuh, sebab akan menjadi suhu dalam ruangan (kandang) menjadi cukup panas dan menyebabkan pedih di mata. 

Bagi puyuh, akan menjadikan snot atau mata melepuh dan membuat stres. Kondisi stres bagi puyuh menjadikan daya tahan tubuhnya melemah dan dengan mudah akan terkena penyakit yang datang. 

Bagi lingkungan, aroma yang menyengat jelas akan mengganggu. Protes dari tetangga jelas akan terjadi, selain mengganggu kenyamanan pribadi (bagi peternak yang tinggal tidak jauh dari kandang) itu pasti.

Pada banyak kawasan peternak puyuh sudah memiliki langganan yang akan membeli kotoran yang sudah terkumpul tersebut. Kotoran puyuh memiliki nilai ekonomis dengan dijual pada petani sayur, tembakau, padi maupun para peternak ikan nila maupun lele.

Di kawasan tempat saya beternak puyuh, masih cukup diuntungkan dengan banyaknya peternak ikan nila. Mereka adalah pasar potensial bagi kotoran puyuh ini.

Oleh para peternak ikan nila, kotoran puyuh akan ditebar pada kolam pembibitan sebelum dilakukan penebaran benih ikan nila. Hal ini dilakukan dengan harapan akan menghasilkan pakan alami berupa plankton dan sejenisnya. Sehingga juga akan mengurangi biaya produksi (pembelian) pakan.

Antara peternak puyuh dan peternak ikan nila memang terdapat hubungan mutualisme (saling menguntungkan). Peternak puyuh diuntungkan dengan berkurangnya sumber penyakit dan bagi peternak ikan akan mendapatkan keuntungan berupa minimnya biaya produksi (pembelian pakan).

Selain itu, kotoran puyuh juga dapat digunakan sebagai pupuk organik. Menurut beberapa penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium Kimia Balai Penelitian Tanah Bogor, kandungan C-Organik pada kotoran puyuh mencapai 17,6%. Ini merupakan kandungan C-Organik tertinggi dibandingkan dengan kotoron ternak (unggas) yang lainnya.

Ternak Puyuh, Bisnis Yang Menggiurkan

Permintaan telur burung puyuh terus menanjak dari hari ke hari. Satu peternak bisa kebanjiran pesanan hingga 8.000 telur per hari. Itu belum termasuk permintaan bibit dan daging burung puyuh. Omzet minimal Rp 10 juta per bulan.

Telur burung puyuh menjadi kudapan primadona bagi sebagian orang. Permintaan telur binatang bernama Latin Coturnix japonica ini terus meningkat dari hari ke hari.

Akibat permintaan yang terus bertambah, Soediyono Soediro, peternak burung puyuh di Sukabumi, Jawa Barat, mengatakan, dirinya tidak pernah memiliki stok telur puyuh. “Ibarat gorengan, masih di wajan sudah ada yang pesan,” katanya.

Soediyono menjalani bisnis peternakan burung puyuh sejak 10 tahun lalu. Peternakan miliknya yang diberi label Campur Sari Farm memiliki sekitar 2.500 burung puyuh dengan produktivitas mencapai sekitar 80%. Total produksi telur per hari mencapai maksimal 2.000 butir.

Ia lebih banyak menjual ke pedagang eceran. “Pedagang grosir tidak terlalu banyak,” ujar Soediyono. Menurutnya, pedagang grosir selalu membeli dalam jumlah banyak dan memiliki kontrak yang harus dipenuhi. Karena masalah modal, ia belum bisa mengembangkan peternakan miliknya.

Soediyono menjual telur puyuh matang seharga Rp 220 per butir. Harganya lebih mahal karena memiliki kualitas yang bagus. Contoh, ukuran telurnya yang lebih besar.

Kalau telur puyuh produksi peternakan lain berisi lebih dari 100 butir per kilogram, telur produksi peternakan Soediyono hanya berisi sekitar 90 butir. “Harganya tergolong stabil. Kenaikan harga terutama jika harga pakan naik,” katanya.

Telur Puyuh dan Libido Pria


Mau tahu sumber libido yang paling baik untukpria? Jawabannya adalah telur puyuh.Jumlah kolesterol yang tinggi dalam telur puyuh adalah sumber yang baik untukpembentukan hormon testosteron pemicu libido seks.

Banyak orang takut mengonsumsi telur puyuh karenakadar kolesterolnya yang tinggi. Padahal hal itu tidak perlu ditakuti karenakolesterol juga diperlukan oleh tubuh, asalkan tidak dikonsumsi secaraberlebihan. Asal tahu saja, hormon testosteron itu awalnya terbentuk darikolesterol.

“Kolesterol jangan selalu dianggap jahat karenakolesterol adalah sumber pembentukan hormon testosteron. Jadi jika inginmenambah hormon testosteron, makan saja makanan yang mengandung kolesterol,”kata dr Hendro Sudarpo, SpOG dari Siloam Hospital, Jakarta, Jumat (19/2/2010).

Diantara semua makanan berkolesterol, ternyata telur puyuh adalah juaranya. Telur puyuhdiketahui mengandung 3.640 mg kolesterol, jumlah yang lebih tinggi daripadaotak (2.300 mg), kuning telur (2.000 mg) atau cumi (1.170 mg).

Hormon testosteron yang rendah adalah salah satupemicu rendahnya libido karena hormon itulah yang membentuk karakteristikandrogenik (sifat macho) pria. Untuk itu dengan mengonsumsi makanan yangmengandung kolesterol akan membantu pria meningkatkan hormon testosteronnya.

Tapi jika kolesterol merupakan sumber awal pembentukanhormon testosteron, apakah orang vegetarian akan kekurangan hormon testosterondan memiliki libido rendah? Mungkin ya mungkin tidak.

“Secara teori, kolesterol memang banyak diperolehdari makanan berprotein tinggi seperti daging-dagingan. Namun apakah orangvegetarian lalu libidonya kurang akibat konsumsi kolesterolnya yang rendah,belum tentu juga,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas SamRatulangi Manado itu.

Vegetarian adalah orang yang tidak mengonsumsidaging. Seperti dikutip dari Betterhealth, Jumat (19/2/2010), vegetarianterdiri dari tiga tipe, yaitu :
  • Tipe pertama yaitu Lacto-ovo vegetarians, yakniorang yang menghindari makan daging tapi makan produk hasil atau turunannyaseperti telur atau susu.
  • Tipe kedua adalah Lacto-vegetarians, yaitu orang yang menghindari daging dantelur tapi tidak produk-produk susu atau mentega.
  • Tipe terakhir adalah Vegans, yaitu seseorang yang benar-benar hanya mengonsumsimakanan yang berasal dari tanaman dan sama sekali tidak makan daging atauproduk turunannya.
Jadi tidak selamanya orang vegetarian libidonyarendah karena tipe vegetarian juga berbeda-beda. Meski tidak mendapatkanprotein hewani, vegetarian bisa tetap mendapatkannya dari makanan yangdikonsumsi dari kacang-kacangan misalnya.

Sumber: DetikHealth