Tampilkan postingan dengan label Polanharjo. Tampilkan semua postingan

Manfaat Kotoran Puyuh

Bagi peternak puyuh, terkadang masalah kotoran menjadi masalah. Jika tidak segera dibersihkan dapat mengganggu kesehatan puyuh, sebab akan menjadi suhu dalam ruangan (kandang) menjadi cukup panas dan menyebabkan pedih di mata. 

Bagi puyuh, akan menjadikan snot atau mata melepuh dan membuat stres. Kondisi stres bagi puyuh menjadikan daya tahan tubuhnya melemah dan dengan mudah akan terkena penyakit yang datang. 

Bagi lingkungan, aroma yang menyengat jelas akan mengganggu. Protes dari tetangga jelas akan terjadi, selain mengganggu kenyamanan pribadi (bagi peternak yang tinggal tidak jauh dari kandang) itu pasti.

Pada banyak kawasan peternak puyuh sudah memiliki langganan yang akan membeli kotoran yang sudah terkumpul tersebut. Kotoran puyuh memiliki nilai ekonomis dengan dijual pada petani sayur, tembakau, padi maupun para peternak ikan nila maupun lele.

Di kawasan tempat saya beternak puyuh, masih cukup diuntungkan dengan banyaknya peternak ikan nila. Mereka adalah pasar potensial bagi kotoran puyuh ini.

Oleh para peternak ikan nila, kotoran puyuh akan ditebar pada kolam pembibitan sebelum dilakukan penebaran benih ikan nila. Hal ini dilakukan dengan harapan akan menghasilkan pakan alami berupa plankton dan sejenisnya. Sehingga juga akan mengurangi biaya produksi (pembelian) pakan.

Antara peternak puyuh dan peternak ikan nila memang terdapat hubungan mutualisme (saling menguntungkan). Peternak puyuh diuntungkan dengan berkurangnya sumber penyakit dan bagi peternak ikan akan mendapatkan keuntungan berupa minimnya biaya produksi (pembelian pakan).

Selain itu, kotoran puyuh juga dapat digunakan sebagai pupuk organik. Menurut beberapa penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium Kimia Balai Penelitian Tanah Bogor, kandungan C-Organik pada kotoran puyuh mencapai 17,6%. Ini merupakan kandungan C-Organik tertinggi dibandingkan dengan kotoron ternak (unggas) yang lainnya.

Kandang Puyuh

Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan.

Pemeliharaan burung puyuh dilakukan mulai umur 1 hari sampai 18 bulan. Saat berumur 1 hingga 30 hari pemeliharaan dilakukan pada kandang postal atau litter, hari berikutnya dipindahkan pada kandang batere. Dalamsistem perkandangan yang perludiperhatikanadalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 ÂșC; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.

Puyuh mulai berproduksi pada umur 38 hari. Puncak produksi dapat berlangsung selama 4 bulan mulai bulan ke 4, 5, 6 dan 7. Puncak produksi dapat mencapai hingga 90% Biasanya puyuh berproduksi mulai pukul 15.00 sampai 22.00. Uniknya dari pemeliharaan puyuh ini, dalam satu kandang dengan populasi 2000 ekor diberi pejantan kurang lebih 5 ekor, tujuannya sebagai penyemangat betina supaya bertelur terus. Komunikasinya bisa didengar dengan suara mereka yang sahut menyahut.